JAYAPURA – Salah satu tokoh masyarakat Pegunungan Tengah di Kota Jayapura Sem Kogoya menilai aksi unjuk rasa penolakan Otsus jilid II di Kabupaten Nabire sepekan lalu sengaja disuarakan untuk kepentingan para elit politik di Papua.

“Termasuk aksi demo tolak Otsus Kamis (24/9) lalu, yang dilakukan oleh mahasiswa itu merupakan kepentingan elit politik tertentu untuk memecah belah pemuda dan masyarakat Papua,” kata Sem Kogoya di Jayapura, Kamis.

Kata dia, penolakan keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus) cukup mengherankan karena dampak dari kebijakan tersebut, banyak hal yang dirasakan oleh masyarakat Papua di berbagai bidang, bahkan para pendemo yang mengaku mahasiswa bisa kuliah itu bagian dari kebijakan Otsus.

“Dampak positif Otsus bisa membangun wilayah Papua baik di bidang infrastruktur, pendidikan sekolah gratis bahkan kuliah bisa biayanya rendah karena ada Otsus, dan berbagai bantuan kesejahteraan lainnya,” kata Sem.

Sesuai isu yang berkembang penolakan Otsus jilid II oleh oknum tertentu disebabkan karena tidak ada dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat Papua.

“Namun faktanya dampak positif Otsus sudah dinikmati masyarakat Papua dan berbagai bantuan Otsus turun ke kampung/daerah,” katanya.

“Kami bersama warga pegunungan tengah akan selalu berusaha semaksimal mungkin menghalau rencana aksi demo agar tidak terjadi lagi di Jayapura, agar masyarakat Papua tetap hidup aman, damai dan sejahtera,” tegasnya.(MAN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s