SENTANI – “Kalau menyimpang dari NKRI terpaksa dibubarkan,” kata Bupati Merauke Frederikus Gebze kepada wartawan di Merauke, Kamis.

Ia tegaskan rencana Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang bakal di gelar di Merauke oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) tidak menentang dan menyimpang dari NKRI.

Karena menurut dia, RDPU Otsus harus murni untuk mengevaluasi keberlangsungan Otsus yang sudah berjalan selama ini, bukan untuk hal lainnya.

“Murni artinya, melihat indikator-indikator yang betul-betul diterjemahkan dalam pelaksanaan Otsus,” tegasnya.
Apalagi, kata dia, wilayah Adat Animha, merupakan bagian dari NKRI yang perlu di jaga dengan baik, sehingga tidak terjadi hal-hal kontraproduktif dan yang bisa membuat kegaduhan.

“Dalam rapat tersebut, yang terpenting bagaimana bersikap membangun, mempercepat pembangunan, serta bagaimana menumbuhkan rasa cinta bahwa Papua itu bagian dari NKRI,” katanya.

Ia juga mengaku bakal melayangkan surat kepada MRP terkait rencana kegiatan RDPU yang kabarnya bakal di gelar selama dua hari itu.

“Sekali lagi, ketika rapat itu bersifat menentang dan menyimpang, maka kami akan bubarkan. Ini pesan dari Panglima TNI dan Kapolda Papua kepada saya,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun, MRP berencana menggelar RDPU Otsus selama dua hari yakni pada 17 – 18 November 2020.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s