SENTANI – Kapolsek Kemtuk Gresi Ipda Sunggul Sinurat, S.H mengapresiasi kerja dari Kelompok Ibik Bali dalam memproduksi tepung sagu, sebagai salah satu pangan lokal di tanah Papua.

Apresiasi ini disampaikan ketika mantan Kanit Politik Poles Jayapura itu meninjau penggilingan Sagu Ekonomi Kreatif milik Kelompok Ibik Bali di Kampung Klaesu, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu pagi.

Peninjauan itu dilakukan bersama unsur pimpinan distrik (Upidis) yakni Kepala Distrik Gresi Selatan Oktovianus Hirwa SH, Danramil Kemtuk Gresi Kapten Inf Enos yang disambut oleh Ketua Kelompok Ibik Bali Benyamin Bemei dan anggotanya.

“Terima kasih banyak untuk warga Kampung Klaesu dan terlebih khusus untuk Kleompok Ibik Bali yang sudah mau maju dan tidak tergantung dengan pemerintah, dimana telah mampu membuat pengilingan dan produksi tepung sagu di Kampung klaesu ini,” katanya.

Kapolsek berharap produksi sagu itu bisa ditingkatkan karena merupakan salah satu makanan pokok masyarakat di Papua. “Dan kalau bisa setelah nahan baku atau batang sagu yang dambil, bisa ditanam kembali sehingga pohon sagu sebagai bahan bakunya tidak habis dan kedepannya produksi bisa besar sehingga bila perlu kita ekspor ke luar negeri,” tambah Ipda Sunggul.

Sementara itu, Oktovianus Hirwa mengaku bangga selakubKadistrik Gresi Selatan ,melihat warga Kampung Klesu terlebih khusus Kelompok Ibik Bali yang telah membantu pemerintah untuk ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19.

“Ini salah satu contoh dalam ekonomi kreatif, yakni parut sagu dan pengilingan sagu di Kampung Klaesu. Mari kita tingkatkan pendapatan masyarakat di Kampung Klaesu lewat produksi sagu dan untuk peningkatan produksinya nanti kita coba buat satu kajian dalam musrembang untuk mengajukan peralatan / mesin pengilingan sagu yang L
lebih besar dan moderen,” kata Octovianus.

Sedangkan Danramil Kemtuk Gresi Kapten Inf Enos Yang mengajal warga Kampung Klaesu untuk manfaatkan potensi dan kekayaan alam dengan baik dan bijak guna kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Saya berpesan untuk masyarakat Kampung Klaesu jangan mau terpropokasi oleh kepentingan para elit politik yang tidak benar seperti menolak dana Otsus selanjutnya,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Kelompok Ibik Bali juga menyampaikan sejumlah hal, di antaranya soal mesin parut sagu dan mesin pengilingan sagu yang merupakan bantuan dari dinas Pertanian dan Perkebunan setempat.

Kelompok Ibik Bali juga mendapat bahan baku sagu yang akan di parut dan dibuat tepung berasal dari masyarakat Kampung Klaesu dan sekitarnya dengan produksi sagu 100 Kg/hari.

Kelompok Ibik Bali juga berharap kepada pemerintah untuk bisa membantu mereka dalam melengkapi alat parut dan mesin penggilingan sagu yang Lebih besar dan moderen sehingga nisa menaikkan produksi sagu di wilayah Kampung Klaesu.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s