SENTANI – Salah satu tokoh pegungan tengah Papua yang ada di Kota Jayapura menyarankan agar pemerintah pusat segera melakukan pemekaran daerah untuk mempercepat pembangunan dengan harapan dana Otonomi Khusus (Otsus) bisa cepat terserap atau dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

“Saya menyarankan agar pemerintah memekarkan provinsi di pegunungan tengah Papua agar Otsus bisa lebih terasa dampaknya, bukan hanya para pejabat saja yang menikmati,” kata Ketua Rayon V Rukun Jawijaya atau Lapago di Kota Jayapura David M Hubi di Jayapura, Selasa.

Hubi mengaku heran dengan sejumlah kalangan yang menyatakan penolakan terhadap Otsus, padahal sejak diberlakukan pada 2001/2002 hingga kini, mereka juga sudah pasti menikmati dana hingga ratusan triliunan dari pemerintah pusat.

“Kok aneh-aneh bisa menolak Otsus? Saya selaku orang yang dituakan dan anak gunung, orang tua saya disana masih telanjang. Tapi dengan dana Otsus ini, mereka bisa tahu uang dan berhitung, ini baru Otsus, bagaimana kalau provinsi diberikan, pasti mereka lebih maju,” katanya.

Untuk itu, Hubi meminta kepada para generasi muda untuk memahami atau mengerti hal yang disampaikan tersebut, mengingat beragam pengalaman hidup telah dilalui, apalagi kini dimandatkan sebagai salah satu kepala suku di ibu kota Provinsi Papua, sehingga hal itu patut dipertimbangkan dengan baik dan bijak.

“Selaku orang gunung dimana saja, saya sebagai orang tua bicara hal ini tolong dipahami baik. Karena orang-orang tua yang masih telanjang, tidak bisa baca dan hitung kok bisa tahu, diajak kesana-kesini bisa tahu (ajakan tolak Otsus), ini karena ada yang kurang tepat dalam penyerapan Otsus, ini tolong dipahami,” katanya.

Hubi mengungkapkan bahwa sejumlah ruas jalan TransPapua khususnya kearah gunung ada yang sudah tembus, sehingga bukan tidak mungkin pemekaran daerah atau provinsi akan terjadi, sehingga pembangunan disegala bidang bisa terlaksana, dimana ujung dari semua itu adalah peningkatan kesejahteraan dengan SDM yang maju.

“Lihat pembangunan yang ada saat ini, jalan kearah pegunungan sudah tembus, belum lagi jika ada pemekaran dan ini belum apa-apa kok tolak Otsus, ini keterlaluan. Berarti kita perang sudah, mau kemana lagi. Mau bicara bagaimana lagi, kalau tidak dipahami,” katanya dengan tegas.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s