Di Sentani, suami tega aniaya istrinya hingga tewas

SENTANI – Seorang suami tega menganiaya istrinya hingga meninggal dunia di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin (12/01) pagi.

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor D. Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si saat menggelar konferensi pers mengatakann bahwa kasus penganiayaan berat yang dialami korban YK (27) berawal dari laporan yang diterima anggotanya, berdasarkan laporan dari masyarakat pada Senin (12/01) pagi, bahwa telah ditemukan salah seorang jenasah berjenis kelamin wanita.

“Ketika kami menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi, dan ternyata korban bernisial YK (27), kasus ini terjadi di Kampung Nendali Distrik Sentani Timur, dimana korban dianiaya oleh pelaku berinisial DET (24) yang merupakan suami dari korban tersebut,” ujar Kapolres Jayapura, Victor Dean Macbon kepada sejumlah awak media, Selasa sore.

Berdasarkan hasil interograsi terhadap pelaku, kata dia, awalnya siang hari korban meminta ijin untuk pergi membersihkan makam orang tuanya yang berada di Doyo Baru, namun sampai dengan malam hari korban tidak kunjung pulang sehingga dicari oleh pelaku.

Kemudian pelaku mendapati korban saat itu sedang kumpul-kumpul dengan teman-temannya lagi mengkonsumsi minuman keras. Melihat hal tersebut, pelaku langsung menganiaya korban disepanjang jalan dan tidak sampai disitu saja, saat tiba di rumah, pelaku juga masih menganiaya korban menggunakan kayu papan, kursi rotan dan gunting yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan dan identifikasi awal diduga korban YK (27) meninggal akibat pukulan benda tumpul, dimana di bagian wajah dan kepala korban didapati luka-luka memar yang cukup parah.

“Pelaku sendiri sudah kami amankan dan telah mengakui perbuatannya. Keduanya sudah tinggal bersama namun tidak ada ikatan pernikahan sehingga pelaku kami jerat dengan pasal 338 KUHP sub pasal 351 ayat (3) tentang pembunuhan subsider pengniayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara,” papar Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor D. Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si.(tinus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s