JAYAPURA – Tim Koalisi Mamberamo Bangkit, yakni Wanimbo-Tasti (WanTas) meminta kepada majelis hakim untuk harus objektif, independen dan mempertimbangkan keadilaan terkait kasus dugaan tindak pidana Pemilu, yang melibatkan Calon Bupati Kabupaten Mamberamo Raya, Kristian Wanimbo dan beberapa tim Wanimo – Tasti (Wantas).

“Kami harap yang mulia majelis hakim memberikan putusan adil, sebab kasus ini terkesan dipaksakan, karena kejadian riilnya tidak demikian,” kata Juru Bicara Koalisi Mamberamo Bangkit, Dino Renyaan kepada wartawan, Selasa.

Dino menjelaskan,saat penyerahan dana, ia berada di tempat yang sama dan menyaksikan langsung penyerahan dana tersebut. Dimana dana itu diserahkan oleh Ketua Tim Koalisi kepada tim relawan dan saksi untuk operasional lantaran tim akan kembali ke distrik.

“Uang yang diberikan itu adalah uang operasional untuk tim, relawan dan saksi yang kami serahkan pada 30 November 2020 di kantor Sekretariat Koalisi Mamberamo Bangkit, saya ada di situ,” jelasnya

Dana tersebut sebesar Rp550 juta dan tidak seperti yang pernah dimuat media nasional dan pernyataan Bawaslu Provinsi Papua.

“Itu dana hanya Rp550 juta untuk operasional, dan secara detail dana itu masuk dalam laporan dana kampanye, bahkan saat penyerahan masih dalam tahapan kampanye,” katanya.

Dino sendiri merasa ada kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, sebab konotasi Money Politik sebagaimana yang dituduhkan tersebut, terbilang sangat jauh. Apalagi dana yang diserahkan itu notabene adalah dana kampanye.

“Dana itu kita serahkan saat jadwal kampanye untuk operasional, lantas salahnya dimana kalau kita berikan operasional? Terus mereka tidak perlu makan saat kerja kah? Atau tidak bayar transportasi saat balik ke kampung-kampung sementara lokasi serta medannya sangat jauh,” jelasnya.

Dilain sisi Dino mempertanyakan oknum pelapor yang hingga kasus ini masuk di persidangan, namun tidak pernah dihadirkan.

“Orang ini siapa? Kenapa tidak pernah ada? Kita sudah coba klarifikasi tapi mereka hanya menyampaikan kalau barang itu didapat dari Twitter yang pemiliknya juga tidak jelas,” kata Dino.

Sementara itu LO Tim Koalisi Mamberamo Bangkit, Spendi Weya menilai penanganan perkara yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Mamberamo Raya sepihak, Sebab ada beberapa laporan yang dilaporkan Wantas tidak pernah ditindak lanjuti.

“kami merasa di rugikan, saat sidang berlangsung justru hanya menghadirkan 2 saksi saja. Nah sementara orang yang melaporkan kasus ini sendiri tidak dihadirkan,” katanya.

Sehingga dengan kejanggalan serta keberpihakan yang terkesan sengaja dilakukan pihak penyidik Gakkumdu Kabupaten Mamberamo Raya ini, hendaknya menjadi perhatian khusus Majelis Hakim dalam memberikan putusan akhirnya.

“Kami harap majelis hakim dapat melihat ini secara baik, karena ini sangat sepihak. Dan sekali lagi penyerahan uang itu saat masa kampanye dan mereka yang hadir itu adalah tim,” jelasnya.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s