ARSO – Aparat kampung di Kabupaten Keerom diajak untuk mendukung, menjaga dan cipta kondisi kamtibmas yang aman dan nyaman di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).

Ajakan ini disampaikan oleh tim dari Subdit II Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Papua yang dipimpin oleh Iptu Dominggu D Diaz bersama sejumlah personelnya yang melaksanakan silahturahmi dengan aparatur Kampung Asyaman, di kantornya yang terletak di Jalan Panca Bakti, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Kamis siang.

Tim yang dipimpin oleh mantan Kasat Intel Polres Yahukimo itu diterima oleh pejabat sementara Kepala Kampung Asyaman Marthen P Salakory bersama sejumlah stafnya yang saat itu tengah menyerahkan hak-hak berupa gaji kepada aparat kampung yang sebelumnya sempat tertunda karena persoalan teknis.

“Kami, mewakili Direktur Intelkam dan Bapak Kapolda Papua ingin bersilahturahmi dengan aparat Kampung Asyaman, tentunya dengan harapan nantinya bisa meneruskan pesan-pesan positif dan kamtibmas yang kami sampaikan melalui aparat kampung kepada masyarakat setempat,” kata Diaz sapaan akrab Iptu Dominggu D Diaz sebagaimana rilis yang diterima.

Sejalan dengan kebijakan Kapolri yakni Polri yang prediktif, responbilitas, transparansi dan berkeadilan atau disingkat PRESISI. “Sehingga kami hadir dalam upaya pendekatan pemolisian yang predektif dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga bisa memprediksi dan situasi dan kondisi yang menjadi isu dalam permasalahan serta bisa mencegah potensi gangguan keamanan,” katanya.

Diaz berharap aparat Kampung Asyaman bisa bersinergi dengan Polri dan TNI dalam menjaga situasi dan kondisi kamtibmas yang sejuk.

Menanggapi hal itu, Marthen Salakory menyambut baik pesan-pesan atau imbaun kamtibmas yang diutarakan oleh Iptu Dominggu D Diaz untuk warga di Kabupaten Keerom, khususnya di Kampung Asyaman.

“Kami selalu bersinergi dan mendukung aparat keamanan dalam hal ini Polri dan TNI dalam menjaga kamtibmas. Aparat kampung kami ditingkat bawah juga rata-rata merupakan pensiunan Polri dan TNI sehingga jika terjadi hal-hal yang kurang harmonis, kami segera berkoordinasi bagaimana menyelesaikan persoalan yang terjadi,” katanya.

Pada momentum itu, Marthen juga menjelaskan soal keterlambatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2020 hingga tujuh bulan lamanya, namun tidak menghambat operasional kantor dan aparatur kampung. Sementara Dana Desa (DD) pada tahun anggaran 2020 juga terpotong untuk COVID-19 serta BLT kepada warga.

“Untuk Dana Desa (DD) itu selalu cair tepat waktu, hanya ADD yang alami keterlambatan sejak April 2020 dan itu berlaku di 91 kampung yang ada di Kabupaten Keerom, bukan Kampung Asyaman saja. Tapi sejak awal bulan ini ADD sudah cair sehingga kami bisa membayar hak-hak staf kami yang berbulan-bulan lamanya,” katanya.

Marthen juga mengakui bahwa keterlambatan pencairan ADD tahun anggaran 2020 sempat diwarnai aksi demo oleh sejumlah aparatur kampung di DPRD dan Kantor Bupati setempat.

“Tapi aksi demo itu dikawal ketat oleh aparat keamanan. Terkait dengan tanggapan warga soal Bupati dan Wakil Bupati Keerom yang baru, tentunya warga menyambut baik dan mempunyai banyak harapan agar Keerom semakin maju,” tutupnya.

Diakhir kegiatan Iptu Dominggus D Diaz memberikan tali asih berupa sembako kepada aparat Kampung Asyaman.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s