SENTANI – Polsek Sentani Kota memediasi penyelesaian persoalan warga terkait penemuan mayat di Pangkalan Ojek Pos 7, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (20/03).

Permintaan mediasi penyelesaian itu dilakukan setelah puluhan hingga ratusan warga Pos 7 berjalan kaki menuju ke Markas Polsek Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, pada Rabu pagi untuk meminta agar kasus penemuan mayat yang merupakan keluarga mereka harus diselesaikan.

Kapolres Jayapura AKBP Dr Victor Dean Mackbon SH, SIK, MH, M.SI didampangi Kapolsek Sentani Kota Kompol Ruben Palayukan SIK, S.Pt saat dikonfirmasi mengatakan bahwa warga yang datang itu ingin meminta pertanggunggjawaban kepada ketiga teman korban yang kini sudah diamankan oleh polisi.

“Jadi, begini persoalanya, EK warga Pos 7 pada Sabtu pekan lalu ditemukan meninggal di Pangjalan Ojek Pos 7 Sentani. Dimana penemuan mayat tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan,” katanya.

Saat ditemukan, lanjut dia, kondisi mayat (EK) dalam keadaan tergeletak di samping trotoar jalan dengan menggunakan kaos dan celana pendek.

“Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban EK dan tiga orang rekannya diketahui bersama-sama mengkomsumsi minuman beralkohol. Mereka sempat berpindah-pindah tempat saat mengkonsumsi minuman beralkohol dan pada saat korban EK tidak sadarkan diri di Pangkalan Ojek Pos 7 Sentani, ketiga rekannya ini malah tidak menolongnya,” jelasnya.

Mantan Kapolres Mimika itu menyebutkan bahwa kasus penemuan mayat itu hingga kini belum bisa dibuktikan dan disimpulkan sebagai tindak pidana kejahatan, karena belum diketahui persis penyebab korban meninggal.

“Karena dari hasil pemeriksaan luar jenazah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik luka tajam maupun akibat benda tumpul. Pihak kepolisian juga telah meminta untuk dilakukan autopsi namun pihak keluarga menolak karena mau dibawa kerumah duka,” kata AKBP Victor.

Sementara itu, Kapolsek Sentani Kota Kompol Ruben Palayukan mengungkapkan dari hasil mediasi kedua belah pihak, baik keluaga korban maupun keluarga tiga orang rekan korban atau saksi, didapatkan kesepakatan berupa penyelesaian secara kekeluargaan berupa dendat adat.

“Tuntutan keluarga korban yang meninggal ialah denda adat berupa uang tunai yang dilimpahkan kepada Ketua Adat Lapago Kabupaten Jayapura. Pihak keluarga saksi atau rekan korban mengaku bersedia membayar dan meminta jangka waktu sampai beberapa bulan kedepan atau pada 25 Oktober 2021,” katanya.(Golan/Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s