SENTANI – Dua dari tiga orang terduga pelaku berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Jayapura, setelah melakukan pengeroyokan kepada korban Jems Felle hingga tewas di Kampung Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Kapolres Jayapura AKBP Dr Victor Dean Mackbon SH, SIK, MH, M.Si ketika didampingi Kasat Reskrim AKP Sigit Susanto didampingi Kasubbag Humas Iptu Iwan dalam Press Release di Halaman Mapolres, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Selasa.

“Pelakunya diketahui berjumlah tiga orang namun kami baru berhasil mengamankan dua orang yang berinisial ERA dan NYF. Sedangkan satu orang yang masih DPO atau melarikan diri berinisial IF,” katanya.

Bersama kedua pelaku yang berhasil ditangkap,

Victor mengatakan barang bukti berhasil disita saat melakukan aksi kekerasan berupa satu bilah parang dan kartapel.

“Kini, ERO dan NYF sedang mendekam disel Mapolres Jayapura setelah diamankan atas keterlibatannya dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya almarmuh Jems Felle pada 16 Maret 2021 di Kampung Yahim,” katanya.

Mantan Kapolres Mimika itu pun meminta kepada IF, pelaku lainnya yang DPO agar segera menyerahkan diri sebelum personil di lapangan mengambil tindakan tegas.

Victor menjelaskan soal kronologis kejadiannya yang bermula saat korban Jems Felle mendatangi isteri dari salah satu pelaku sambil membawa senjata tajam dan menyampaian pernyataan yang mengancam.

“Akibatnya, isteri pelaku memanggil suaminya yang saat itu sedang tidur. Ketika bangun, pelaku tidak terima dan lantas melakukan balasan terhadap korban hingga akhirnya terjadi tindak pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” terangnya.

Kapolres menyebutkan permasalahan itu bermula karena ada sebab dan akibat. Diketahui bahwa antara para pelaku dan korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga lantaran mereka sama-sama tinggal di Kampung Yahim.

“Tetapi masalah itu dipicu soal hak ulayat di antara mereka, sehingga terjadi tindak pengeroyokan,” sebutnya.

Terkait kasus yang dilakukan kedua pelaku, Kapolres menegaskan, dijerat dengan pasal 170 ayat (2) Ke 3 KUHP dengan ancaman penjara selama paling lama 12 tahun.(Golan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s