JAYAPURA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit yang diwakili Kabaintelkam Komjen Pol Paulus Waterpauw bersaam Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menggelar tatap muka virtual dengan para tokoh agama di Papua dan Papua Barat.

Dalam tatap muka itu, Panglima TNI Marsekal Hadi mengatakan bahwa tokoh agama mempunyai peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi motor penggerak dalam mengikuti aturan yang sudah digariskan oleh pemerintah.

“Saya melihat bahwa para tokoh agama di Papua Barat dan di Papua sangat penting untuk bisa mengambil peran sebagai perekat dan pemersatu masyarakat dengan secara aktif ikut menciptakan situasi kondisi yang kondusif tenang dan damai penuh persaudaraan,” katanya.

Untuk itu, kehadirannya bersama Kabaintelkam di Manokwari, Papua Barat guna melihat lebih dekat pelaksaan hari raya Paskah dan memastikan keamanan serta kenyamanan dalam menjalankan amal ibadah.

“Saya menghimbau agar seluruh umat beragama tetap menjaga komitmen dan menghindari segala sikap dan perilaku yang mengarah kepada terjadinya perpecahan permusuhan. Oleh sebab itu, komunikasi, koordinasi dan sampai ke kolaborasi antara tokoh masyarakat tokoh agama, tokoh tokoh pemuda dan komponen bangsa yang lain untuk tetap dijalin baik,” kata Marsekal Hadi.

Komjen Pol Paulus memotivasi anak-anak muda Papua untuk bisa berkarir dan menggapai cita-citanya dengan terus berupaya dan bekerja keras, karena hasil yang nanti didapatkan sudah pasti akan diberikan yang terbaik.

“Saya memberikan motivasi kepada adik-adik saya yang mengaku diri sebagai orang asli Papua, tunjukkan bahwa kita juga bisa
.
Saya senang karena empat kali dipercayakan menjadi kapolda dan kini berpangkat bintang tiga di Polri,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab perwakilan dari Provinsi Papua, Ketua PGPI Pdt MPA Muari meminta agar anak-anak Papua yang lulus dalam penerimaan TNI dan Polri diberikan penguatan mental spiritual serta pendampingan kepada mahasiswa yang berada di asrama-asrama, yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua dengan pengetahuan nasioanlisme atau wawasan kebangsaan.

Marsekal Hadi pun menjawab bahwa TNI baru saja meluluskan 1.000 prajurit asal TNI AD asal Papua, 200 di antaranya dari TNI AL. “Mereka akan dibina mental ideologi dan mental spiritual, setelah mereka melewati itu mereka akan dibina lagi, serta mental spiritual akan dengan sendirinya dibentuk ketika selesai mengikuti pendidikan,” jawab Panglima TNI.

Sementara itu, mantan Kapolda Papua Komjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa mental spritual seharusnya dibina sejak usia dini, dalam pendidikan dasar dari SD hingga SMP, namun yang terjadi di Papua malah banyak kekurangan tenaga pendidik meski gedung sekolahnya bagus.

“Mungkin ini yang juga harus diperhatikan oleh pemerintah daerah sehingga anak-anak kita pondasinya kuat. Peran orang tua juga sangat penting dalam mendidik anak-anak mereka. Saran saya harus ada evaluasi bagi bapak gubernur dan bupati serta walikota agar melihat kembali pola-pola belajar asrama, karena anak-anak kita ini sering berpengaruh dengan tindakan-tindakan senior yang sangat berlebihan,” katanya.

“Bahkan juga bisa dari senior yang telah gagal menjalani pendidikan.Saya akan usulkan ke bapak Kapolri, serta ini harus ada surat tertulis. Oleh sebab itu kami sarankan agar ada surat dari Gubernur kepada Kapolri agar ada landasan kami untuk dapat membina adik-adik kami yang di asrama,” tambahnya.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s