SENTANI – Tokoh adat Papua, yang juga merupakan ondofolo Sentani, Yanto Eluay menilai bahwa serangkaian kekejaman yang dilakukan oleh kelompk kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, kepada guru, tukang ojek, hingga pelajar telah mencoreng norma dan wajah adat.

“Menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi saat ini di Kabupaten Puncak, kami sangat menyesalinya,” kata Yanto Eluay di Sentani, Kabupaten Jayapura dalam rilis yang diterima Sentaninews.co

“Kami masyarakat Papua adalah masyarakat adat sehingga apa yang dilakukan oleh pelaku dalam hal ini KKB merupakan pelanggaran terhadap adat,” sambungnya.

Yanto Eluay kembali menegaskan, kepada para pelaku kriminal bersenjata, dalam hal ini KKB yang melakukan gangguan keamanan di Kabupaten Puncak untuk segera hentikan aksinya yang tidak berperikemanusiaan itu, karena adat tidak membenarkannya.

“Kami minta untuk KKB segera hentikan segala perbuatan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban dan hilangnya nyawa tak berdosa. Perbuatan KKB sangat mencemari dan mencoreng Wajah kami Masyarakat Adat Papua,” pinta Yanto Eluay.

Selaku tokoh adat, Yanto memberikan dukungan penuh kepada aparat keamanan Polri-TNI untuk menciptakan rasa aman dan harmonis di tanah Papua.(dsb/Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s