JAYAPURA – Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw, menghadiri ibadah penguatan, di rumah duka, almarhum Bharada, Yohanes Samuel Biet, di Polimak I, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Senin malam.

Almarhum Bharada Yohanes Samuel Biet merupakan anggota Korps Brimob yang bertugas di Mabes Polri, yang juga supir Kabaintelkam.

Jenderal bintang tiga Polri itu didampingi sejumlah perwira dari Baintelkam Polri, tak kuat menahan air matanya, saa melihat kondisi almarhum yang tengah terbujur kaku didalam peti, Ia teringat pengabdian almarhum semasa hidup yang dikenal baik.

Pada momentum itu, sang jenderal menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum, kendatipun baru satu bulan, namun almarhum dinilai telah banyak membantunya sejak bertugas sebagai Kabaintelkam Polri.

“Selama ikut saya satu bulan ini, dia selalu melayani saya, dia sudah mengabdi untuk itu, saya menilai dia baik, saya belum sempat bercerita banyak dengan dia,” ujar Waterpauw.

Suami dari Roma Megawanti Pasaribu mengaku, baru mendapatkan kabar kepergian korban setelah tiba di Makassar, Sulawesi Selatan padahal rencananya mau mengajak almarhum mengikutinya ke sejumlah daerah, namun almarhum memilih tetap tinggal di Jakarta.

“Saya sampai di Makassar, Sulsel baru mendapatkan informasi, kalau dia di panggil Tuhan. Kami turut berduka, sedalamnya, meskipun baru satu bulan, tapi saya menilai dia baik,” kata Waterpauw.

Mantan Kapolda Papua ini meminta kepada keluarga agar tetap kuat, atas kepergian korban, serta dapat mengikhlaskan kepergian almarhum. sementara untuk kasus kematian almarhum telah ditangani Polda Metro Jaya.

“Keluarga agar tetap kuat, dan dapat menghasilkan kepergian almarhum, dan untuk kasus kematian almarhum sementara di tangani Polda Metro, untuk mengungkap itu semua,” ujar Kabaintelkam.

Sementara itu, Ibu almarhum, Anike Soumilena mengaku almarhum yang akrab disapa Anes sejak awal ingin menjadi ajudan Komjen Paulus Waterpauw, bahkan saat akan mengikuti seleksi, ia meminta untuk didoakan ibunya.

“Anes waktu bilang ke saya, dia mau seleksi ajudan, saya ingin jadi ajudan bapak Paulus Waterpauw, dan saya mendoakan dia, puji Tuhan dia lulus, dan itu atas kehendak Tuhan, ” ujar sang ibu sambil meneteskan air mata.

Keluarga almarhum merasa terhibur dengan kedatangan Komjen Paulus Waterpauw ke rumah duka, sebab Waterpauw adalah seorang Jenderal bintang tiga namun bisa datang ke rumah mereka yang seadanya jauh dari kata mewah.

“Saya bangga Jenderal bisa tiba di rumah, yang macam ini, jenderal bintang tiga tidak pernah datang untuk seorang Baharada, Tuhan Yesus memberkati Jenderal, hari ini ada sukacita atas kehadiran Jenderal,” ujar keluarga almarhum.(Abe/Ian)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s