JAYAPURA – Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengemukakan adanya permintaan agar media yang suka menggunggah berita yang memprovokasi, menghasut masyarakat untuk diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jadi, dalam silahturahmi kamtibmas presisi di aula Rastra Samara Polda Papua di Kota Jayapura mencuat permintaan agar media yang suka provokasi diproses hukum,” kata Komjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri beberapa saat usai silahturahmi dengan para tokoh di Bumi Cenderawasih pada Senin (19/04) sore

“Tadi juga dalam silahturahmi mengemuka pertanyaan, ada salah satu media yang selalu mengunggah berbagai berita yang kesannya itu memprovokasi. Itu oleh pendapat para hamba tuhan untuk diproses begitu,” ungkapnya.

Menurut dia, persoalan itu tentunya akan segera disikapi oleh Polda Papua dibantu oleh berbagai pihak untuk menyelesaikan ataupun mengklarifikasi hingga persoalan yang mengemuka bisa selesai

“Saya pikir diantaranya seperti itu, menjadi tugas dan bagian Kapolda dan Pangdam untuk bicarakan itu semua dengan pemerintah daerah. Untuk bagaimana dengan organisasi-organisasi yang ada terutama teman-teman di media, di pers, untuk menyatakan seperti ini bagaimana ? Apa langkah kita yang harus dilakukan, ini juga kita angkat dalam diskusi tadi begitu,” katanya.

Jenderal bintang tiga Polri itu menyatakan kehadirannya bersama sejumlah staf di Bumi Cenderawasih adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan kehidupan masyarakat.

“Itulah kami hadir disini, itu yang tadi saya sampaikan untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan, itu diantaranya. Tetapi kami juga dari Baintelkam sudah melakukan operasi untuk kepentingan ini. Waktunya sampai dengan Desember rencananya itu, jadi kami akan bersinergi dengan teman-teman Intelijen dari TNI dan Polda jajaran, ini kita bisa melakukan komunikasi baik dari kita semua, termasuk meminta masukan dari teman-teman media,” katanya.

Sebelumnya, pada penembakan dua orang guru dan seroang pelajar di Distrik Beoga dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diberitakan oleh media yang disebut sebagai portal nomor satu di Bumi Cenderawasih bahwa guru dan pelajar itu adalah mata-mata aparat keamanan.

Pemberitaan ini mendapat kecaman dan bantahan dari berbagai pihak, mulai dari PGRI, Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah Provinsi Papua serta sejumlah tokoh atau pemangku kepentingan, termasuk dari Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (FKLKN) di Provinsi Papua.

FKLKN menilai pemberitaan yang diterbitkan oleh Jubi.co.id dengan judul ‘Guru di Beoga, Puncak ditembak karena kerap dijumpai membawa pistol’ dinilai telah menggiring opini berupa penyebaran informasi yang tidak benar atau memprovokasi.

Demikian hal ini disampaikan oleh Koordinator FKLKN Provinsi Papua Junaedi Rahim didampingi Ketua HKJM Sarminanto, Ketua K3 Yorrys Lumingkewas dan perwakilan suku Buton, Padang, Pasundan serta paguyuban lainnya di Kota Jayapura, Papua, Minggu (18/04) malam.

“Dari media Jubi memberitakan bahwa guru itu adalah mata-mata, dan ini tidak benar. Tentu kami minta media itu, agar aparat untuk segera diselidiki, karena sudah membuat provokasi yang tidak benar, dan nanti akan menimbulkan banyak opini dipublik,” katanya.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s