Jayapura – Partai koalisi pengusung pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen) dalam pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua 2018 lalu menyatakan agar pengganti mendiang Wakil Gubernur Klemen Tinal harus selaras dengan Gubernur Lukas Enembe.

Untuk itu dalam waktu dekat koaliasi segera melaksanakan rapat koordinasi untuk memutuskan tiga nama, mengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur Papua, yang sepeninggal almarhum Klemen Tinal.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Ketua Koalisi Parpol pengusung pasangan Lukmen, Matius Awoitauw yang juga ketua DPW Nasdem Papua, kepada wartawan di Kota Jayapura, Minggu (13/06).

Menurut dia, kekosongan posisi Wakil Gubernur (wagub) merupakan tanggung jawab koalisi partai untuk membangun komunikasi bagaimana proses pengisian kursi wagub, karena koalisi partai politik berlangsung selama lima tahun, sehingga selama pemerintahan Lukmen, Partai Koalisi terus mendampingi Gubernur dan Wagub sampai akhir masa jabatan

“Dalam waktu dekat koalisi akan melakukan pertemuan dengan pimpinan partai politik koalisi untuk mendengarkan pandangan-pandangan dari pimpinan partai untuk bagaimana proses ini kita lakukan kemudian, koalisi akan mendengar arahan dari gubernur karena berpasangan kan harus cocok karena itu gubernur punya pikiran juga penting untuk bagaimana koaslisi bisa membicarakan dan meneruskan ke DPR Papua,” ujarnya.

Awoitauw mengaku, ada tiga nama yang nantinya akan diusulkan krle DPR Papua, dan nantinya DPR yang akan memilih dengan mekanisme yang ada sesuai ketentuan perundangan-undangan.

“Jadi, kalau sekarang kita lihat ada kelompok-kelompok yang berbicara soal wagub yang harus diusung tetapi sesungguhnya koalisi yang nanti akan menyampaikan secara resmi sesusai dengan aturan dalam proses rekrutmen calon wagub mengganti almarhum Klemen Tinal untuk sisa waktu yang ada,” kata Awoitauw tak menyebutkan nama-nama calon pengganti yang dimaksud.

Mekanisme ini, lanjut Awoitauw, pasti akan berjalan, dan pihaknya memohon masyarakat untuk bersabar karena, pihaknya juga mengalami kedukaan tapi juga menghargai keluarga yang sedang berduka. Tetapi Prsoses ini harus dilakukan segera, karena agenda besar pemerintah Papua harus ada Wakil Gubernur yang akan meneruskan.

“Agenda besar yang akan berlangsung di Papua memang harus sukses, dan itu membutuhkan gubernur dan wagub sekda yang harus kerja untuk mensukseskan event tersebut, belum mengerecut untuk nama-nama karena pikiran dan pandangan pertai penting, jadi kita harus bertemu dulu,” kata Bupati Jayapura itu.

Sementara, Sekretaris koalisi, Kusmanto yang juga Ketua DPW PKS Papua, mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya almarhum, pihaknya juga harus menghargai adat istiadat di Papua. Dan tentu akan menunggu setelah 40 hari baru akan berbicara tentang pergantian almarhum Klemen Tinal.

“Tapi yang jelas sesuai mekanisme yang ada  dalam UU, partai koalisi yang akan rembukan kira-kira siapa yang akan kita usulkan, Kalau sekarang yang beredar di medsos ada nama-nama pengganti almarum saya kira itu hanya wacana atau inspirasi tetapi yang memutuskan adalah koalisi partai pengusung,” kata Kusmanto.(dsb/Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s