Sentani – Dengan modus berikan tumpangan kepada pelajar SD di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, pelaku berinisial AM (24) hendak menculik korban GY (11).

Upaya penculikan pelajar SD ini terjadi di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura pada Senin (28/06) siang, ketika GY (11), anak perempuan yang saat itu baru pulang sekolah dari SD Advent Doyo Baru diberi tumpangan oleh pelaku berinisal AM (24).

Namun, aksi pelaku terhenti setelah GY melompat dari motor yang ditumpanginya tak jauh dari kompleks rumahnya di tanjakan STAKPN Burere Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Kini pelaku AM dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik Reserse Polres Jayapura,” kata Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK, MH di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (02/07)

Menurut dia, korban GY (11) yang masih duduk dibangku sekolah dasar, saat itu berjalan kaki hendak pulang kerumahnya di kompleks Kampus STAKPN.

“Korban yang berjalan kaki dari sekolahnya di SD Advent Doyo Baru, tiba-tiba dihampiri pelaku berinisial AM (24) dengan mengendarai motor. Disaat itu pelaku menawari tumpangan dan berjanji akan mengantarnya, namun sudah melewati kompleks rumah korban pelaku malah tancap gas,” katanya.

Lanjut dia, korban yang saat itu ketakutan langsung menangis dan teriak-teriak minta tolong namun tidak ada yang melihat atau mendengar karena posisinya diatas kendaraan roda dua yang sedang melaju.

“Korban sempat meminta berhenti jika tidak mengancam akan melompat, namun justru pelaku malah menantangnya untuk melompat. Sehingga sesampainya di tanjakan dan tikungan melewati Kampus STAKPN korban nekat melompat dan membuat kepala dan badannya terseret di aspal,” katanya.

Beruntung disaat bersamaan, lanjut Kapolres, ada seorang masyarakat yang melintas dan langsung memberikan pertolongan kepada korban dan menyakan penyebabnya.

“Korban menceritakannya peristiwa yang dialaminya sehingga seorang pengendara tersebut mengejar dan berhasil menangkap pelaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Jayapura katakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan terkait motif pelaku yang hendak menculik korban.

“Kami menghimbau kepada warga yang anaknya masih duduk dibangku sekolah, agar lebih memperhatikan dan mengawasi anaknya jika sudah pulang sekolah, bila perlu dijemput dan selalu berkoordinasi dengan guru,” pintanya.

Kini pelaku AM, telah mendekam di sel tahanan Polres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kami telah menerbitkan surat penahanan untuk pelaku, sedangkan untuk hukuman dijerat dengan pasal 83 Jo pasal 76F UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara,” tutup Kapoles Jayapura.(Golan/Ian)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s