Sentani – Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen mengimbau warga di Kabupaten Jayapura agar tidak termakan isu lelang motor murah, namun informasi itu perlu dilakukan cek dan ricek kebenarannya sehingga tidak menjadi korban penipuan.

Demikian imbauan ini disampaikannya ketika didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Sigit Susanto dalam press release dihalaman Mapolres Jayapura, Kamis (15/07) terkait kasus penipuan dengan modus lelang motor dan kasus percobaan penculikan pelajar SD di Doyo.

Untuk kasus penipuan lelang motor, Kapolres menjelaskan, bermula saat pelaku berinsial, YD alias K mengaku sebagai anggota Polri dan menawarkan lelang sepeda motor di Polres Jayapura.

“ Ada 3 korban merasa tertipu lantaran korban telah menyerahkan uang 10 juta kepada pelaku. Curiga, korban lantas menelusurinya dan ternyata memang tak benar. Guna menangkap pelaku, korban membuat janji dengan pelaku. Setelah sepakat korban mendatangi pelaku tepat diwilayah Polres Jayapura lalu menangkapnya,” jelasnya.

Kapolres menegaskan bahwa, Polres Jayapura tidak melakukan pelelangan kendaraan bermotor. Walaupun ada, tetapi sebatas kendaraan motor dinas namun masih harus diajukan kepada kantor lelang Negara untuk disahkan.

“ Setelah disetujui dan dihitung nilai ganti ruginya, baru ada pemberitahuan lelang secara terbuka. Adapun itu hanya kendaraan dinas diatas 5 tahun,”  katanya

Sementara untuk kasus percobaan penculikan, Kapolres menerangkan bahwa korban pelajar SD baru pulang dari sekolah dan berjalan kaki, kemudian pelaku melintas dan menemui korban sambil menawarkan diantar pulang.

“Korban menerimanya, namun didalam perjalanan pelaku tidak memberhentikan sepeda motornya pada alamat yang disebutkan oleh korban. Merasa takut, korban akhirnya berteriak minta tolong. Beruntung, seorang anggota TNI yang berada dibelakang mendengar teriakan korban lalu menolongnya dan menangkap pelaku,” katanya.

Pelaku adalah pria berinsial, AM (24), yang kini mendekam disel Mapolres Jayapura setelah ditangkap atas laporan percobaan penculikan anak pada tanggal 28 Juni 2021.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kapolres membeberkan, pelaku AM dijerat dengan pasal 83 Jo Pasal 76F UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak  Jo UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 53 ayat 1 KHUP.

“Dengan penjara selama 3 tahun paling singkat dan 15 tahun paling lama,” bebernya.(Golan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s