Sedikit: Saya Kenal

Tidak disangsikan lagi bahwa Ambassador, Jendral Purn. Fredy Numberi (FN) adalah sosok Guru Bangsa Indonesia asal Papua. Freddy Numberi, dalam situasi Papua dengan berbagai persoalannya, menjadi tempat bertanya dan konsultasi sejumlah elit pejabat negara dalam berbagai kebijakan politik oleh pemerintah Pusat.

Oleh sebab itu tidak diragukan lagi bahwa FN adalah sosok Jendral Purn TNI AL dapat diteladani patriotisme dan dedikasi pengabdian pada bangsa dan negara sebagai Guru Bangsa Indonesia asal Papua.

Sosok FN Kebanggaan Papua yang diakui karena loyalitas nasionalisme kebangsaan serta kesetiannnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Beliau Jendral pertama dan satu-satunya yang menjadi Gubernur dan Menteri sekaligus era Presiden Gus-Dur (KH Abdurrahman Wahid) diawal-awal UU Otsus lahir dan diberlakukan Pemerintah Pusat.

Saya sebut FN Guru Bangsa karena beliau sudah saya ikuti dan perhatikan sejauh ini menjadi tempat bertanya tentang banyak hal soal Papua dan selalu memberi masukan dalam berbagai kebijakan negara oleh Pemerintah Pusat khususnya saat ini tentang Draf UU Otonomi Khusus Papua.

Selain itu pengalaman dan dedikasinya bagi bangsa dan negara Indonesia sangat tinggi dan lebih khusus soal Papua FN banyak memberi masukan dan arahan kepada Pemerintah Pusat (DPR RI dan Kementerian) sepenuhnya wajar karena karir dan pengalamannya malang melintang dikancah nasional dan internasional.

Selain pengalaman dan prestasinya paripurna (lengkap) dalam menempuh karir sebagai Jendral TNI AL maupun dalam birokrasi sejumlah jabatan penting dan terpenting pernah dijabatnya dalam Kabinet Indonesia dari beberapa Presiden RI.

FN Putra terbaik yang dilahirkan dari Tanah Papua untuk Indonesia dan Papua sekaligus.
Beliau memiliki pengalaman lengkap. FN adalah Purn AL yang pernah menduduki jabatan Gubernur sekaligus Menteri PAN pada masa pemerintahan Gus-Dur merupakan suatu rekor dan prestasi tersendiri.

Beliau pernah menduduki jabatan Menteri diberbagai Kementerian mulai dari Menteri PAN merangkap jadi Gubernur Propinsi Papua era Gus-Dur sejak awal Otsus. Lalu pada masa Residen SBY beliau menduduki beberapa jabatan penting mulai dari Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Kelautan RI. Jabatan terakhir sebagai Ambassodor (Duta Besar) di Vatikan Italia dimana Paus Keuskupan Katolik dunia berkedudukan.

Fredy Numberi adalah gerasi emas Papua yang lahir dari masa transisi pengalihan kekuasaan Belanda ke Indonesia bersama Doktor Michael Manufandu (mantan Dubes Mexico), Nick Messet (mantan Dubes Keliling OPM kini kembali menjadi WNI juga diajak FN pada masa Presiden SBY), dan beberapa nama Tokoh Papua lainnya.

Kelebihan Fredy Numberi lainnya adalah bahwa beliau menguasai tujuh (7) bahasa Internasional dan bahasa Ibu (Papua).

Kemampuan intelektual Fredy Numberi tidak diragukan karena sejauh ini beliau aktif menulis dan banyak artikel tulisannya jadi rujukan Pemerintah dengan fakta pernah menjabat berbagai jabatan dari Presiden Soeharto hingga era Presiden SBY diberbagai kementerian menunjukkan pengalaman FN sangat lengkap sempurna dari sisi wawasan pengetahuan birokrasi pemerintahan dan berpengalaman.

Fredy Numberi Guru Bangsa

Jika dari Tanah Jawa lahir sosok Budayan sekelas Gus-Dur maka dari Papua FN dari sisi kemampuan tehknik dan pengelalaman penguasaan lapangan (politik praktis) dan wawasan pengetahuan teknik (birokrasi) maka orang Papua (jadi kita semua) tanpa distingsi Gunung-Pesisir, Fredy Numberi (Jendral Purnawiran) adalah Idola dan Guru Bangsa.

Harus diketahui bersama bahwa Jendral Purn Fredy Numberi tempat bertanya para Jendral Muda Indonesia lebih khusus para Pejabat Negara di berbagai Kementerian dalam berbagai kebijakan krusial dan sensitive maka yang akan dimintakan pendapat oleh Presiden, Menteri maupun oleh Parlemen RI adalah Freddy Numberi.

Dalam kapasitas seperti itulah beliau mengeluarkan statemen dalam video singkat yang diedit hanya satu bagian dari keseluruhan statemen atau masukannya kepada Pansus Otsus Tahap II di DPR RI Senayan.

Dalam kontek keadilan dan pemerataan pembangunan Papua secara keseluruhan seperti itulah beliau menyampaikan suatu fakta bukan tanpa kenyataan praktek birokrasi pemerintahan penuh nuansa KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme serta Koncoisme) di Propinsi Papua. Fakta bahwa gejala ini mulai menggejala sejak pucuk keluasaan ditangan Orang Papua Suku Dani dari Pegunungan Papua dan menyingkirkan sejumlah pejabat profesional dari Pesisir Pantai dan Pulau.

FN mengatakan ini tujuannya baik dan untuk kebaikan Papua secara keseluruhan tujuan satu clean Goverment (berpemerintahan yang bersih) dari nuansa dan praktek nepotisme yang dirasa menggela secara amat gawat era Gubernur Lukas Enembe sebagai simbol kekuasaan Orang Papua Pegunungan dewasa ini.

Sebagai sesepuh layaknya siapapun Gubernur Papua masukan FN patut menjadi koreksi untuk perbaikan dan oleh karena itu ada baiknya distribusi kekuasaan (power sharring) perlu diperbaiki internal sesama orang Papua agar rasa keadilan dan persaudaraan terjaga. Dalam rangka itu FN sebagai sosok sesepuh (Guru Bangsa) harus dimengerti untuk diperbaiki.

Dominasi kekuasaan jajaran birokrasi tanpa kompentesi seperti ini berdampak buruk. Dampak buruknya destroyer, bisa vatal. Karena itu sebagai Orang Tua (Guru Bangsa) yang kenyang dengan berbagai pengalaman jabatan birokrasi Pusat dan Daerah FN menyampaikan ini tujuannya baik dan benar untuk perbaikan tidak hanya di Propinsi Papua tapi juga Kabupaten-Kabupaten lain agar bisa diperbaiki dari praktek Pemerintahan penuh nuansa KKN.

Usatdz Ismail Asso adalah Anggota Forum Senior dan Millenial (FORSEMI) Papua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s