Jayapura – Selama delapan tahun Lukmen memimpin Papua belum pernah memperhitungkan dalam kabinetnya SDM dari daerah pemilihan V (Lima) Papua meliputi Yahukimo Pegunungan Bintang dan Yalimo, tetapi partai PAN dan Golkar Papua mengusulkan dua tokoh dari Yahukimo yaitu DR Ones Pahabol, SE.MM dan Abock Busup, MM kepada Koalisi Lukmen jilid II untuk selanjutnya mengikuti proses di DPP dan Gubernur.

“Diusulkan nama saja kami merasa bangga dan merasa dihargai dan itu sebuah penghargaan bagi kami masyarakat Yahukimo khususnya Dapil V Papua pada umumnya. Sebab selama ini SDM Yahukimo tidak diperhitungkan dalam birokrasi di tingkat provinsi. Padahal dukungan suara dari dapil V sangat signifikan. Tapi realitanya seperti yang kita ikuti selama ini, Dapil V diabaikan terus. Tapi kami berterima kasih keada pengurus Partai PAN dan Golkar, karena sudah memperhitungkan tokoh-tokoh politik dari Yahukimo.” Ungkap salah satu intelektual Yahukimo, Titus Lao Mohy, S.Si, M.Si di Kota Jayapura, Selasa (27/07).

menurutnya, kedua tokoh asal Yahukimo tersebut akan bersaing secara sehat melalui mekanisme yang ada, sehingga kami generasi Yahukimo terus mendukung dalam doa, agar diantara kedua ini bisa mendapat kesempatan untuk menduduki posisi 02 Papua.

“Kurang lebih 8 tahun kami hanya menonton, kami tidak dilibatkan dalam mengisi pembangunan di Dok II. Pemerintahan Lukmen tidak pernah akomodir SDM dari dapil V untuk mengisi salah satu kabinet di pemerintahan Lukmen di Papua. Sisa dua tahun ini semoga Gubernur Lukas Enembe berpihak ke tokoh dari Dapil V. Kalau tidak diperhitungkan juga tidak masalah, karena itu hak Bapak Gubernur. Kami siap jadi penonton setia,” tegasnya.

Terkait statement Ketua Asosisasi Bupati sePegunungan tengah Papua terkait desakan perhatian Gubernur Papua Lukas Enembe memperhatikan pembangunan di Yahukimo dan Pegubin, eks Ketua KNPI Yahukimo menolak tegas pertanyaan tersebut karena Dapil V ‘tidak ada penghuni’, kenapa harus bicara dari sekarang.

“Pernyataan itu kami tolak secara tegas karena tidak ada penghuni, pembangunan itu untuk siapa ? tidak ada penduduk di sana. Jadi saran saya pembangunan di itu diarahkan ke kabupaten yang ada penduduk. Di Dapil V tidak ada penduduk. Kami tolak pernyataan tersebut karena Gubernur Papua selama 3 periode ini ambil suara dimana ? Kalau sudah terlanjut dilupakan kemana harus dipaksa untuk diberi perhatiaan. Begitu kan ?” kesalnya.

Pihaknya menolak pernyataan tersebut dengan beberapa alasan, salah satunya dimana pembagian dana Otsus juga tidak proporsional sesuai dengan kondisi daerah. Kebijakan Gubernur Lukas sangat bagus, hanya pembagiannya juga tidak proporsional.

“Pembagian dana Otsus dari presentase 80-20 itu juga tidak proporsional. Kalau ukurannya berdasarkan jumlah penduduk dan tingkat kesulitan daerah, kenapa Yahukimo mendapat dana Otsus dibawa dari kabupaten tetangga. Ini diskriminatif. Semoga kedepan ada perubahan,” harapnya. (dsb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s