Dekai – Ananias Yalak (25) alias Senat Soll, terduga pelaku berbagai kekerasan di sejumlah tempat di Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (02/09) sekitar pukul 03.46 WIT berhasil ditangkap Tim Gabungan Satgas Nemangkawi, personel Polres Yahukimo dan Brimob BKO.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura mengemukakan kronologi penangkapan tersebut.

“Sekitar Pukul 03.46 WIT, personel gabungan Satgas Nemangkawi personel Polres Yahukimo dan Brimob BKO yang dipimpin Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana, SE., SH bergerak menuju lokasi sasaran di Jalan Samaru Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo,” katanya.

Pukul 05.28 WIT, personel gabungan tiba dilokasi sasaran selajutnya melakukan penggerebekan disebuah Rumah dan langsung melakukan penangkapan terhadap saudara Ananias Yalak Alias Senat Soll (25).

“Pukul 05.45 WIT, Tim bergerak dari lokasi TKP menuju RSUD Dekai guna melakukan kegiatan pemeriksaan medis dikarenakan pelaku terkena luka tembak pada kaki sebelah kiri dan kanan karena melawan serta hendak melarikan diri pada saat ditangkap,” katanya.

Ia menyebutkan identitas terduga pelaku yang telah masuk DPO yakni Ananias Yalak Alias Senat Soll (25), laki-laki, warga JaLan Gunung Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo.

“Langkah-langkah Kepolisian,
melakukan penangkapan, mengamankan pelaku dan membawa pelaku ke Rumah Sakit Dekai Kabupaten Yahukimo guna mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Lebih lanjut dia kemukakan bahwa terduga pelaku merupakan DPO Polda Papua berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 03 / IX / 2018 / Papua / Res Mimika / Sek Kawasan Bandara Moses Kilangin Tanggal 10 September 2018, Tentang Tanpa Hak Menguasai/Membawa Amunisi Di Bandara Timika, Dengan DPO/ 86 /X/2018/Reskrim, Polres Mimika Tanggal 13 Oktober 2018.

Laporan Polisi Nomor : LP / 55 / XII / 2019 / Papua / Res Yahukimo, Tanggal 01 Desember 2019, Tentang Pembakaran ATM BANK BRI Cabang Dekai-Yahukimo, Dengan DPO/ 09 /IX/2020/Reskrim, Polres Yahukimo Tanggal 1 September 2020.

Kemudian, Laporan Polisi Nomor : LP / 38 / VII / 2020 / Papua / Res Yahukimo, Tanggal 11 Agustus 2020, Tentang Pembunuhan Terhadap Staf Kpu-Dekai Hendry Jovinsky Di Jembatan Kali Teh-Dekai, Dengan DPO/ 03 /VIII/2020/Reskrim, Polres Yahukimo Tanggal 12 Agustus 2020.

Dan Laporan Polisi Nomor : LP / 39 / VII / 2020 / PAPUA / Res Yahukimo, Tanggal 20 Agustus 2020, Pembunuhan Terhadap Masyarakat (Swasta) Muhammad Toyib di JaLan Bandara Dekai, Dengan DPO/ 05 /IX/2020/Reskrim, Polres Yahukimo Tanggal 19 September 2020.

“Untuk diketahui pelaku Ananias Yalak Alias Senat Soll (25) berperan aktif melakukan aksi-aksi besar di Kabupaten Yahukimo diantaranya tanpa hak menguasai atau membawa amunisi. Senat soll yang masih menjabat sebagai pers tni (aktif) menyerahkan 155 butir amunisi kepada Ruben Wakla yang kemudian pada hari Senin, 10 September 2018 sekira 10.06 WIT Ruben Wakla masuk ke ruang pemeriksaan x-ray dan hendak berangkat ke dekai-yahukimo, Ruben Wakla vonis 2 tahun 6 bulan (bebas),” ungkapnya

Selanjutnya, pembakaran ATM Bank BRI Cabang Dekai di Kabupaten Yahukimo pada hari Minggu tanggal 30 November 2019, setelah dilakukan penyelidikan pelaku adalah Senat Soll bersama Ariel Sonyap alias Koroway (vonis 3 tahun).

Kemudian, pembunuhan terhadap staf KPU Yahukimo yakni Hendry Jovinsky pada Selasa, 11 Agustus 2020 di Jembatan Kali The atau Jembatan Kecil Kali Brazza-Dekai.

Dimana, saat itu korban bersama Kenan Mohi ke rumah saudari Karolina Pahabol untuk mengantar obat, saat perjalanan pulang Senat Soll bersama Temius Magayang (DPO) menghadang sepeda motor yang dikendarai oleh Kenan Mohi.

“Senat Soll menggunakan parang panjang dan melakukan pemeriksaan KTP. Lalu korban kemudian ditikam,” katanya.

Pembunuhan terhadap masyarakat bernama Muhammad Toyib pada Kamis tanggal 30 Agustus 2020. Korban Muhamad Toyib sedang melintas di jalan menuju ke arah Bandara Dekai, dimana para pelaku bersembunyi di pinggir jalan.

“Kemudian pelaku Yoel Mirin memanah korban hingga terjatuh. Korban berdiri dan berusaha melarikan diri ke arah Dekai, namun saudara Yepi Magayang (Vonis 8 Tahun) bersama Senat Soll dan Temius Magayang (DPO) mengejar korban dan melakukan penganiayaan menggunakan parang sehingga korban meninggal dunia,” katanya.

Atas perbuatannya Ananias Yalak Alias Senat Soll (25) di jerat dengan Pasal 1 AYAT (1) UU Darurat NO. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHPidana. Secara bersama-sama dan tanpa hak menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, atau menyembunyikan sesuatu senjata api, amunisi atau bahan peledak.

“Dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.
Kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang, sebagai mana di maksud dalam Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman penjara 12 Tahun atau seumur hidup. Kejahatan terhadap nyawa sebagai mana di maksud dalam Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman penjara 15 Tahun,” ujarnya.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s